Jumat, 19 April 2013

KAJIAN STILISTIKA CERPEN EMHA AINUN NADJIB, PADANG KURUSETRA (Bag. 1)



 Kumpulan Cerpen Emha Ainun Nadjib, "BH"

BAB I
PENDAHULUAN

Suatu ide yang baik, yang terangkum dalam sebuah karya sastra, selayaknya diungkapkan dengan keterampilan menggunakan bahasa yang baik dan tepat pula karena sampai atau tidaknya gagasan atau ide tersebut kepada pihak lain (baca: pembaca/ pendengar) sering sekali tergantung pada bagaimana cara seorang sumber (baca: penulis/pembicara) menyampaikannya. Ada beberapa stile atau gaya dalam mengungkapkan sebuah ide. Penggunaan bahasa, pilihan kata yang estetis sekaligus bermakna sesuai prinsip dulce et utile, serta keutuhan cerita akan membuat nilai sebuah karya sastra lebih bermakna, mudah diterima, dan menarik.

Stile atau gaya dalam bercerita melingkupi beberapa aspek bahasa, antara lain unsur fonologi, leksikal, gramatikal, kohesi dan koherensi, serta retorika. Tetapi, karya sastra sebagai produk tulis yang bersifat kreatif, imajinatif, full meaning, dan estetis, tidak akan dapat lepas dari konteks dan peristiwa yang terjadi di ranah sosial dan realita kehidupan.

Dalam makalah ini akan dikaji unsur-unsur stile yang membangun sebuah cerpen Emha Ainun Nadjib yang berjudul Padang Kurusetra yang diambil dari kumpulan cerpennya, BH. Penulis memilih cerpen ini karena gaya bercerita Cak Nun (panggilan Emha Ainun Nadjib) yang sangat khas. Terlebih, banyak hal menarik yang ditemukan dalam cerpen ini. Beberapa hal tersebut misalnya bahasa yang apa adanya sekaligus sarat akan metafora dan pemaknaan yang luas. 

Karya-karya Cak Nun—puisi, esai, maupun naskah drama—hampir semuanya memiliki tendensi terhadap kebudayaan, kehidupan sosial, dan relijius. Entah berupa kritik sosial, penguatan dalam berkeyakinan, atau makna kontemplasi. Demikian pula dalam cerpennya ini. Kebudayaan Jawa diangkat dengan media tokoh wayang, kritikan-kritikan pedas namun mengalir juga memenuhi sebagian besar cerpen, dan tentu saja muatan moral juga kental terasa. Maka, tidak akan rugi rasanya, jika kita menyisihkan sebagian waktu kita untuk membaca cerpen ini atau mengkajinya lebih mendalam—entah dalam gaya pengarang, maupun pemaknaannya yang dalam.


BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Stilistika dan Unsur-Unsurnya
Stilistika (stylistics) merujuk pada pengertian studi tentang stile, kajian terhadap wujud kajian kebahasaan (Leech & Short via Nurgiyantoro, 2005: 279). Analisis stilistika dalam dunia sastra biasanya dimaksudkan untuk menjelaskan hubungan antara bahasa dengan fungsi artistik dan maknanya, menentukan seberapa jauh dan dalam hal apa bahasa yang dipergunakan itu memperlihatkan penyimpangan, serta bagaimana pengarang mempergunakan tanda-tanda linguistik untuk memperoleh efek khusus (Chapman via Nurgiyantoro, 2005: 279). 

Kata stile diturunkan dari kata latin, stilus, ’semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin’. Keahlian dalam menggunakan alat ini akan memengaruhi jelas tidaknya tulisan pada lempengan tadi. Penekanannya dititikberatkan pada keahlian untuk menulis atau memengaruhi kata-kata secara indah. Pada perkembangan selanjutnya, stile tidak hanya terfokus pada penggunaan kata-kata secara indah, namun sudah meluas pada pemakaian bahasa. Pemakaian bahasa yang digunakan oleh seorang pengarang dalam sebuah karya sastra akan menunjukkan ciri tersendiri bagi pengarangnya. 

Stile (style, gaya bahasa) juga dapat dimaknai sebagai cara pengucapan bahasa atau bagaimana seorang pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan. Makna stile, menurut Leech & Short, adalah suatu hal yang pada umumnya tidak mengandung sifat kontroversial.

Menurut Keraf (1991: 113-115), syarat-syarat stile yang baik adalah sebagai berikut.
a.    Kejujuran. Dalam hal ini kita harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang benar.
b.    Sopan santun. Memberi pengarahan atau menghormati orang yang diajak bicara, khususnya pendengar atau pembaca.
c.    Menarik. Beberapa gaya yang menarik dapat diukur dengan komponen-komponen variasi, humor yang sehat, dan pengertian yang baik.

Abrams mengemukakan bahwa unsur stile terdiri atas unsur fonologi, sintaksis, leksikal, retorika (berupa karakteristik penggunaan bahasa figuratif, pencitraan, dsb.). Sedangkan, Leech & Short mengemukakan bahwa unsur stile adalah unsur leksikal, gramatikal, figures of speech, serta konteks dan kohesi.

Pembicaraan unsur stile berikut dilakukan dengan menggabungkan antara pembagian unsur menurut Abrams dan Leech & Short tersebut, namun unsur fonologi (dari Abrams) sengaja tidak dibicarakan karena unsur itu kurang berpengaruh dalam stilistika cerpen.

a.    Leksikal
Unsur leksikal yang membangun sebuah puisi mengacu pada penggunaan diksi atau pilihan kata oleh pengarang. Bagaimana pengarang menggunakan kata-kata yang dapat mewakili jalannya suatu cerita. Hal ini sama dengan pendapat Nurgiyantoro (2005: 289), unsur leksikal sama pengertiannya dengan diksi, yaitu mengacu pada pengertian penggunaan kata-kata tertentu yang sengaja pilih oleh pengarang. 

Pada dasarnya ”kata” merupakan suatu lambang, artinya kata itu menempati sesuatu yang diwakilinya, tetapi kata itu sendiri tidak identik dengan benda atau sesuatu yang diwakilinya. Kata, sebagai lambang, pada dasarnya tidak memunyai arti pada sebuah kata itu baru pada angan-angan dan sikap pemakai kata itu. Pengertian atau batasan kata, menurut tata bahasa tradisional, ditentukan berdasarkan semantiknya. Kata adalah kumpulan huruf yang mengandung arti. Dalam cerpen ada berbagai cara yang digunakan oleh pengarang untuk memberikan efek yang diinginkan terhadap puisi tersebut. Salah satunya adalah pilihan kata atau diksi.

Pemilihan kata-kata oleh pengarang dengan pertimbangan untuk memperoleh efek estetis yang sesuai dengan bentuk dan makna yang diinginkan dalam jalannya sebuah cerita. Pemilihan diksi juga harus memperhatikan ketepatan kata agar maksud yang diterima oleh pembaca sama dengan apa yang dimaksudkan oleh penulisnya. Pilihan kata dapat berupa penggunaan kata benda, kata sifat, kata kerja, sederhana, kompleks, kolokial, kata populer, dan kata ilmiah.

1)    Kosa kata. Dalam memilih kata-kata diperlukan kehalusan perasaan. W. S Rendra menganjurkan kepada sastrawan agar melihat makna kata di kamus agar dapat menggunakan arti kata dengan setepat-tepatnnya. Dengan demikian, bahasa sastrawan tidak berbeda dengan bahasa yang digunakan masyarakat. Penggunaan kata-kata bahasa sehari-hari dapat memberi efek gaya yang realistis, sedang penggunaan bahasa nan indah memberi efek romantis.
2)    Pemilihan kata (diksi) dilakukan supaya penyair dapat mengekspresikan pengalaman jiwanya dengan tepat. Penyair ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya secara padat dan intens, sehingga memilih kata-kata yang tepat yang dapat menjelmakan pengalaman jiwanya. Penyair mempertimbangkan perbedaan arti dengan sangat cermat. Apabila kata yang dipilih menimbulkan imajinasi estetik maka disebut diksi puitis.
3)    Denotasi dan konotasi digunakan untuk menimbulkan gambaran yang jelas dan padat. Sebuah kata memunyai dua aspek arti, yaitu denotasi artinya menunjuk; dan konotasi yaitu arti tambahannya. Puisi harus mengandung keduanya Dalam membaca, pembaca puisi harus mengetahui arti denotatifnya dan konotifnya yang timbul dari arti denotatifnya.              

b.    Gramatikal
Unsur gramatikal adalah unsur yang mengacu pada struktur kalimat. Menurut Nurgiyantoro (2005: 292) unsur gramatikal merujuk pada pengertian struktur kalimat. Pengarang bebas menggunakan kalimat, termasuk ketika menggunakan penyimpangan struktur kalimatnya. Penyimpangan memunyai berbagai macam wujud, di antaranya pengulangan, pembalikan, dan penghilangan unsur tertentu. 

Dalam menganalisis unsur gramatikalnya dapat juga diambil beberapa pertanyaan:
1)    kompleksitas kalimat: sederhana atau kompleks struktur kalimat yang digunakan, berapa rata-rata jumlah kata per kalimat, bagaimanakah variasi penampilan struktur kalimatnya, sederhana atau kompleks?
2)    jenis kalimat: jenis kalimat apa sajakah yang dipergunakan, jenis kalimat manakah yang paling menonjol? Apakah fungsinya?
3)    jenis klausa dan frasa; klausa dan frasa apakah yang menonjol? Sederhana atau kompleks?

c.    Retorika
Menurut Nurgiyantoro dalam bukunya (2005: 296), retorika adalah suatu cara penggunaan bahasa untuk memperoleh efek estetis. Atau, seperti yang ditulis oleh Pradopo dalam bukunya, terdapat sekumpulan bentuk yang biasa dipergunakan yang disebut sarana retorika. Sarana retorika merupakan muslihat pikiran yang bertujuan untuk menarik perhatian, pikiran pembaca, hingga pembaca berkontemplatasi atas apa yang disampaikan pengarang. Pada umumnya sarana retorika menimbulkan ketegangan puitis karena pembaca memikirkan efek apa yang ditimbulkan dan maksud pengarang.

Selain itu, kehadiran karya sastra juga dapat menunjukkan ciri karya seorang pengarang. Melalui sarana retorik yang terpancar dalam karyanya, pembaca akan dapat menerka bagaimana jiwa dan kepribadian pengarang (Keraf, 1991: 13). Apabila gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang baik, maka pengarang tersebut dianggap memiliki jiwa dan kepribadian yang baik pula.

Dalam teorinya, sarana retorika terdiri dari berbagai macam unsur.
1)    Pemajasan (figure of thought)
Pemajasan adalah teknik pengungkapan bahasa yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiah kata pendukungnya, melainkan pada makna yang ditambahkan. Sedangkan, Pradopo (1987: 61-62) mengidentikkan pemajasan dengan bahasa kiasan. Bahasa kiasan mempersamakan sesuatu dengan hal lain supaya gambaran menjadi jelas, menarik, dan hidup.
Bentuk-bentuk pemajasan yang sering digunakan pengarang adalah:
a)    Simile (perbandingan)
Simile yaitu bahasa kias yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan menggunakan kata-kata pembanding seperti: bagai, seperti, laksana, bak, dan seumpama.
b)    Metafora
Metafora adalah bahasa kias yang tidak menggunakan pembanding. Metafora menyamakan sesuatu dengan hal lain. padahal sesungguhnya tidak sama. Metafora terdiri atas dua term, yaitu term pokok/tenor dan term kedua/vehicle. Term pokok menyebutkan hal yang dibandingkan, sedangkan term vehicle merupakan hal untuk membandingkan. Selain itu, juga terdapat term implisit (menyebut term vehicle tanpa menyebut term pokok) dan metafora mati (metafora yang sudah klise hingga orang sudah lupa bahwa itu metafora).
c)    Personifikasi
Personifikasi menyamakan benda dengan manusia. Benda-benda itu dibuat berpikir dan dapat berbuat seperti manusia.  Personifikasi memberikan bayangan angan yang konkret.
d)    Metonimi
Metonimia jarang dijumpai pemakaiannya. Metonimia dalam bahasa Indonesia sering disebut kiasan pengganti nama.
e)    Hiperbola
Hiperbola yaitu melebih-lebihkan suatu hal.
f)    Sinekdoki
Sinekdoki merupakan bahasa kias yang menyebutkan suatu bagian yang penting dari suatu hal untuk hal itu sendiri. Sinekdok ada dua, yaitu:
  • pars pro toto, sebagian untuk seluruh,
  • totem pro parte, keseluruhan untuk sebagian
g)    Allegori
Allegori ialah cerita kias yang mengiaskan kejadian lain atau hal lain. Allegori banyak terdapat dalam puisi-puisi pujangga baru.
h)    Ironi
Ironi merupakn gaya bahasa yang bersifat berlawanan untuk memberikan sindiran.
i)    Paradoks
Paradoks yaitu sarana retorika yang menyatakan suatu hal secara berlawanan tetapi sebenarnya tidak benar-benar dipikir dan dirasakan.
j)    Tautologi
Tautologi adalah sarana retorika yang menyatakan hal dua kali supaya hal yang dimaksud lebih mendalam bagi pembaca. Sering pula kata yang digunakan untuk mengulang berbeda tetapi pada dasarnya bermakna sama.
k)    Pleonasme
Pleonasme adalah sarana retorika yang sepintas lalu seperti taotologi, tetapi kata yang kedua telah tersimpul pada kata pertama.
l)    Retorik retisense
Sarana ini menggunakan titik banyak untuk menggantikan perasaan yang tak terungkapkan.
2)    Penyiasatan struktur
a)    Paralelisme
Paralelisme adalah semacam gaya bahasa yang berusaha mencapai kesejajaran dalam pemakaian kata-kata atau frasa-frasa yang menduduki fungsi yang sama dalam bentuk gramatikal yang sama (Keraf, 1981:126). Kesejajaran dalam hal ini dapat berupa anak-anak kalimat yang bergantung pada induk kalimat yang sama.
b)    Repetisi
Repetisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai (Keraf, 1991:127).
c)    Anafora
Anafora merupakan pengulangan kata-kata pada awal beberapa kalimat yang berurutan.
d)    Enumerasi
Enumerasi merupakan pemecahan suatu hal menjadi beberapa hal dengan tujuan agar hal itu lebih jelas bagi pembaca atau pendengar.
e)    Pertanyaan retoris
Pertanyaan retoris merupakan gaya yang menekankan pengungkapan dengan menampilkan semacam pertanyaan yang sebenarnya tak menghendaki jawaban.
3)    Pencitraan
a)    Citraan penglihatan (visual imagery) memberi rangsangan kepada indera penglihatan sehingga sering hal-hal yang tak terlihat seolah-olah terlihat,
b)    Citraan pendengaran (auditory imagery) dihasilkan dengan menyebutkan bunyi suara,
c)    Citraan rabaan dihasilkan dengan menyebutkan hal-hal yang merangsang imajinasi indera perabaan,
d)    Citraan penciuman dihasilkan dengan menyebutkan hal-hal yang merangsang daya khayal indera penciuman,
e)    Citraan pengecapan dihasilkan dengan menyebutkan hal-hal yang merangsang intuisi indera pengecapan, dan
f)    Citraan gerak (movement imagery) menggambarkan sesuatu yang sesungguhnya tidak bergerak, ataupun gambaran gerak pada umumnya.

d.    Kohesi dan Koherensi
Antara bagian kalimat yang satu dengan bagian yang lain, atau kalimat yang satu dengan yang lain, terdapat hubungan yang bersifat mengaitkan antarbagian kalimat atau antarkalimat itu. Bagian-ngian dalam kalimat, atau kalimat-kalimat dalam sebuah alinea, yang masing-masing mengandung gagasan, tidak mungkin disusun secara acak. Antarunsur tersebut secara alami dihubungkan oleh makna semantik. Hubungan semantik merupakan bentuk hubungan yang esensial dalam kohesi yang mengaitkan makna-makna dalam sebuah teks. Hubungan tersebut mungkin bersifat eksplisit yang ditandai oleh adanya kata penghubung atau hanya berupa hubungan kelogisan yang disimpulkan oleh pembaca (infered connection), hubungan implisit. Hubungan yang demikian disebut kohesi/keutuhan (cohesion).

Penanda kohesi yang berupa sambungan dalam bahasa Indonesia ada banyak dan berbeda fungsinya. Ia dapat berupa kata-kata tugas, seperti: dan, kemudian, sedangkan, tetapi, namun, melainkan, bahwa, sebab, jika, dan maka. Penanda kohesi yang menghubungkan antarkalimat biasanya berupa kata atau kelompok kata, seperti: jadi, dengan demikian, akan tetapi, oleh karena itu, dan di samping itu.

Sambungan merupakan alat kohesi yang berupa kata-kata sambung. Sedangkan, rujuk silang berupa sarana bahasa yang menunjukkan kesamaan makna dengan bagian yang direferensi, atau dapat dimakna sebagai penyebutan kembali sesuatau yang telah dikemuakakan sebelumnya. Bentuk pengulangan yang paling nyata/formal adalah pengulanagan kata atau kelompok kata yang sama. 

Dalam kohesi, dikenal juga adanya prinsip pengurangan (reduction), yaitu yang memungkinkan kita untuk menyingkat apa yang akan disebut kembali atau menghindari pengulangan bentuk yang sama. Penyingkatan dan penggantian itu dapat terjadi pada penggunaan bentuk persona. Bentuk-bentuk penyingkatan tersebut dilihat dari sedut pandang lain dapat disebut sebagai deiksis. 

Penggunaan rujuk silang sebagai sarana memperoleh efek estetis dalam karya sastra dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu:
1)    pengulangan ekspresif (expressive repetition) dengan wujud pengulangan formal yang merupakan bentuk penekanan makna dan emotif, ekspresif, dan memperkuat sifat paralelisme kalimat. Gaya anafora dan repetisi dapat menjadi contohnya.
2)    variasi anggun, variasi elegan (elegant variation) mendasarkan diri pada prinsip pengulanagn, namun dengan mempergunakan bentuk pengungkapan lain. Ia dapat berupa penggunaan sinonim, khususnya sinonim berdasarkan kelayakan konteks dan sinonim bentuk ekspresif.

Gaban

Saat ada yang berbicara, "Waow, ...-nya segede gaban!" (titik-titik diisi sendiri apa ajalah, biasanya sih kata benda), ogut bertanya-tanya apa sih itu "gaban"? Segede apa dia sampai-sampai dia dibanding-bandingkan sama benda yang gede atau gede banget. Setelah browsing dan tanya sana-sini cukup lama, nemu juga nih apa itu "gaban". Ogut bagi ye buat para ente biar ente-ente pada tahu juga apa itu "gaban".

Ini diaaahhh:
Sebenarnya, apa itu Gaban?

Sebenarnya apa sih itu Gaban ? Siapa sih dia? Dan emang Gaban itu gede ya?

Bagi kalian yang pernah hidup di jaman 80an, sekitar tahun 1985an keatas, punya video betamax, kalian pasti familiar dengan yang namanya Gaban, aliasSpace Sheriff Gavan.

Pahlawan masa kecil, yang kalo lagi jadi orang biasa selalu memakai celana putih, jaket kulit warna coklat muda dan mengendarai mobil Suzuki Jimny merah convertible. Lalu ketika dia sudah menjadi Gaban, dia memakai pedang lampu neon nyala warna biru dan punya kendaraan kayak motor tanpa kendali warna merah serta pesawat naga yang gede banget. Inget kan ?

Dulu kita pasti nunggu banget serial Gaban keluar yang baru di betamax. Entah dateng ke tempat rental video ato nunggu tukang rentalnya datang ke rumah pake tas gede banget isinya video betamax semua ada yang warna ijo, merah, biru dsbnya.  Dan kami sungguh yakin bahwa tidak sedikit dari kamu yang sempet mati-matian ngafalin gerakan-gerakan Gaban. Mulai dari ketika berubah, ketika ngeluarin pedang sampai seterusnya.

Nah, pada kesempatan ini kami akan membahas tentang Gaban dan segala hal yang berhubungan dengannya.

1. Berubah
Berubah dari orang biasa menjadi Gaban biasanya terjadi ketika jumlah musuh sudah agak banyak dan waktunya sudah mepet. Lalu dia berdiri diatas tebing atau gedung, teriak “Jouchaku” lalu melakukan gerakan dengan koreografi tertentu, tangan keatas seperti minta bantuan dari langit. Ketika sudah berubah menjadi Gaban, dia langsung pose dengan berbagai angle kamera, dari kiri, kanan dan depan. Pada saat ini kamera langsung zoom in dengan cepat sampai beberapa kali (gaya sinetron gitu deh kalo misalnya si anu ternyata anak tirinya ibunya blablabla, langsung *jeng jeng…zoom in – zoom out berkali-kali ke bagian wajah dengan ekspresi kaget, dahi berkerut, mata melotot dan mulut mencibir).

Ternyata perubahan Gaban ini cuma 0.05 detik saja! Saking cepetnya sampai ada adegan slow motion dengan menggunakan tailshadow segala agar lebih dramatis. Lalu langit gelap penuh dengan awan petir terbuka, keluar pesawat Gaban yang namanya Dolgiran, mengirim sejenis butiran-butiran granium dari langit ke bawah sehingga orang itu berubah menjadi Gaban dengan baju besinya yang kinclong mengkilap dan penuh dengan lampu kelap-kelip siap bertempur melawan musuh. Nah, keseluruhan ini disebut Jouchaku Process.

2. Kendaraan Gaban
Gaban pastinya memiliki kendaraan. Nama dia aja Space Sheriff, alias 'polisi angkasa', minimal pasti punya motorlah yang bisa bola- balik bumi-luar angkasa. Beberapa kendaraan yang Gaban punya antara lain :
a. Suzuki Jimny Convertibel warna merah
Mobil yang dipake buat pacaran ama Mimi dan jalan-jalan ketika jadi orang biasa.
b. Dolgiran
Kapal ruang angkasa Gaban yang bawahnya bisa berubah jadi Naga (Dol). Ketika berubah, si Dolgiran ini juga yang keluar dari awan. Terus Dolgiran juga tempat basecamp-nya Mimi dkk. yang bisa ngebantu Gaban untuk memerangi kejahatan di bumi. Intinya ini adalah milik Gaban yang paling canggihlah.
c. Cyberian
Sejenis motor pipih warna merah, dimana kalo mau jalan, Gaban gak perlu nyetir, dia cuma berdiri pose kayak model kapal terbang aja, terus motor ini jalan otomatis. Mantap!!
d. Gyabion
Tank privat Gaban yang ada 2 mata bornya gede banget bisa buat ngebor nembus gunung.
e. Dol
Ini yang lebih pol, kalau udah kepepet, Gaban tinggal teriak, maka bagian bawah Dolgiran ngebentuk sebuah robot naga yang siap ngebantu Gaban bagaimanapun.

Jurusnya antara lain Dol Kick, Dol Laser dan Tail Attack yang digunakan untuk ngancurin kapal-kapal musuh. Sekali nyepak pake ekornya beberapa kapal Makuu pasti hancur.

3. Senjata Gaban
Gaban punya berbagai jenis macam senjata:
a. Pedang besi yang biasa dipake untuk melawan musuh.

b. Laser Blade
Ini tadinya pedang besi yang biasa itu, tapi kalau berantemnya sudah hampir selesai, pedang besi ini bisa diubah jadi laser blade. Biasanya, ketika episode sudah mau berakhir, Gaban akan mengeluarkan jurus Gyaban Dynamic, yaitu jurus membelah musuh dengan menggunakan Laser Blade.

c. Laser Z Beam
Laser-laser kecil bentuk segitiga yang bisa ditembakkan oleh Gaban untuk ngelawan musuh-musuhnya.

4. Musuh Gaban
Musuh Gaban adalah sindikat kejahatan Makuu yang ingin menguasai dunia dengan jahat. Yaa standar motivasi musuh dalam cerita anak-anaklah. Biasanya musuh-musuh Gaban berwujud monster dari berbagai macam jenis, bentuk, dan keanehan. Campuran binatang dengan apalah gak jelas.

5. Plot / Jalan cerita
Hampir setiap episode Gaban plotnya pasti sama, yaitu :
- Pertama adalah perkanalan musuhnya yang berupa monster apa gitu
- Gaban orang mulai melawan, lalu orangnya berubah menjadi Gaban ketika musuhnya kuat.

Sumber: http://blog.politekniktelkom.ac.id/30210133/2012/05/23/youtube-sebenarnya-apa-itu-gaban/

Ini dia si Gaban yang sering dibanding-bandingin sama sesuatu yang gede
Demikian pembahasan tentang Gaban. Semoga bermanfaat dan kita ketemu lagi. Yuhhuuu......

Senin, 18 Februari 2013

"Semakin di Depan"

Ini bukan sebuah promosi. Aku cuma ingin berbagi saja.
Akhir-akhir ini aku suka lagi pada sebuah jingle iklan motor yang dulu sempat membetot perhatian saat dinyanyikan oleh Dewa 19 yang kala itu bervokalis Once. Jingle ini juga pernah dinyanyikan oleh Tipe-X dan Fahmi Arsyad. Kini ia muncul lagi diusung oleh Noah Band. Liriknya yang padat dan singkat bikin penasaran. Judul lagu jingle ini adalah "Semakin di Depan". Bagi kalian yang juga suka, silakan simak yang ini.

#Lirik Lagu

Semakin di Depan

Bila kita terus rapatkan barisan
Dan tetap terus bergandengan tangan...
Tentu kita Semakin di Depan

Langkah-langkah...
Yang telah tertempuh
Melesatkan kita ke tujuan

Waktu-waktu...
Terus buktikan
Cuma kita yang semakin di depan!

Mau lihat videonya. Nih: Noah Version (Yamaha)


Mau dengar MP3-nya versi Noah, Dewa 19, Tipe-X, atau Fahmi Arsyad, unduh saja di sini:
http://www.bursalagu.com/mp3/semakin_di_depan.html

Jumat, 08 Februari 2013

Hritik Roshan vs Lee Min Ho

Siang ini aku nonton sebentar film India di MNC TV. Yah, sebentar aja. (Sebenarnya pengen lama sih. Tapi, ya udah telanjur sebentar. Jadi ya sebentar ajalah.). Filmnya menceritakan cinta segi tiga. Karena menceritakan cinta segi tiga, maka bintang utamanya pun tiga, yaitu Hritik Roshan (Raj), Rani Mukherjee (Pooja), dan Kareena Kapoor (Tina).

Judulnya apa yah? Ohhh....... Aku lupa. #Eaaa....
Aku bbm temanku dulu ya yang Bollywood Maniac.
Wait for a minute! Don't go anywhere!

Kamis, 07 Februari 2013

First Love

Singasong  First Love

Kalau tidak salah ingat, sekitar lima tahun yang lalu, tepatnya saat aku kos di sebuah rumah yang mirip akuarium (karena ruang tamunya dikelilingi kaca, maka penghuni kos dan beberapa kawanku menyebutnya begitu), aku mendengar sebuah lagu yang bikinku termehek-mehek sekenanya.

Hyah, seorang temanku yang waktu itu menyetelnya kencang-kencang. Menderu-deru sampai mengganggu niatku tidur waktu itu. Bukan karena volumenya yang kencang, tetapi karena judulnya yang berhasil menghenyak-henyak lantai kosku. #Apadah!

Inilah lagu itu, lagu yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi perempuan asal Jepang bernama Utada Hikaru. Lagu itu dinyanyikan dalam dua versi, yaitu versi Jepang dan versi Inggris. Pada waktu itu, yang disetel temanku adalah versi Inggris.

Baiklah, untuk sekadar berbagi, biarlah aku menuliskannya di sini. Siap-siap! Yak!

First Love

Saigono kissu wa
Tabako no flavor gashita
Nigakute setsunai kaori

Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni irun darou'
Dare wo omotte 'run darou'

You are always gonna be my love
Itsuka dare kato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Imawa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made

Tachidomaru jikan ga
Ugoki dasou to shiteruWasuretakunai koto bakari
Ashita no imagoro ni wa
Watashi wa kitto naiteru
Anata wo omotte 'run darou'

Yay yay yeah

You will always be inside my heart
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
I hope that I have a place in your heart too
Now and forever you are still the one
Imawa mada kanashii love song
Atarashii uta utaeru made

You are always gonna be my love
Itsuka dare kato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Mada kanashii love song yeah
Now & forever ah...


English Translation:

Once in a while
You are in my mind
I think about the days that we had
And I dream that these would all come back to me
If only you knew every moment in time
Nothing goes on in my heart
Just like your memories
How I want here to be with you
Once more

You are always gonna be the one
And you should know
How I wish I could have never let you go
Come into my life again
Oh, don't say no
You are always gonna be the one in my life
So true, I believe I can never find
Somebody like you
My first love
Once in awhile
Your are in my dreams
I can feel the warmth of your embrace
And I pray that it will all come back to me
If only you knew every moment in time
Nothing goes on in my heart
lyricsalls.blogspot.com
Just like your memories
And how I want here to be with you
Once more
Yeah, yeah, yeah

You will always be inside my heart
And you should know
How I wish I could have never let you go
Come into my life again
Please don't say no
Now and forever you are still the one
In my heart
So true, I believe I could never find
Somebody like you
My first love
Oh... Oh...

You are always gonna be the one
And you should know
How I wish I could have never let you go
Come into my life again
Oh, don't say no
You will always gonna be the one
So true, I believe I could never find
Now and forever

Kalau mau dengar lagunya, silakan unduh deh di alamat web ini:
http://www.4shared.com/get/6WUzfrok/firstlove-utadahikaru.html



Selamat berdendang. Hyuk.... Mari....

Riandra

Beberapa hari ini aku dilanda galau karena nama. Hemmm..... Bukan nama anak sih. Kalau anak, nama Ian sudah paten kale. Iya, namanya Abimael Riandra. Anaknya lucu-keren-kece badai-lah. Lain kali kita bisa bahas dia, sebelum dia keburu masuk SMP. Sebagai bonus, ini dia aku kasih bocoran fotonya biar ga penasaran mpe kebawa mimpi.

Gambar 1:
Seorang anak yang ganteng-lucu-imut-keren-kece badai


Kali ini yang lebih menyita kegalauanku adalah nama akun twitter.

Whyyyyy???

Hyaak......

Btw, kenapa dari tadi aku mulai ngetik ada suara laler sih. Aku baru aja mandi lho.

Nah, dia dah diem.

Mari kita lanjutkan!

Beberapa tahun yang lalu, tepat pada  31 Mei 2010, aku bikin akun twitter dengan nama @ImmaRiandra. Beberapa tahun kemudian, setelah aku putus dengan yang namanya Ang Riandra, aku ganti nama akunku itu menjadi @ImmaKhadija. Itu juga karena agar mudah mengidentifikasi aja agar nama akunku sama dengan nama onlineshop-ku, Khadija Online Shop (@KhadijaOls). Hahahaha.......

Beberapa lama setelah itu, aku kangen banget sama nama akun lamaku dulu. Niat hati ingin ganti nama lagi. Eh, ternyata nama akun itu udah dipake orang. Alhasil, gagal deh. Demi menutupi kekecewaan, aku tetep pake nama itu, hanya nama Riandra harus kukasih ekstra “a” di belakang. Jadilah, nama akun twitter-ku @ImmaRiandraa.

Namun, aku dibuat galau lagi. Aku pengen ganti nama lagi. #Eh....

Entah karena apa. Mungkin karena begitulah watak ababil. #Glodhagwelehweleh

Jadilah sekarang aku pake nama akun @ImmaKhadija. Hahahahaha........ Untung nama itu belum dipake orang.

Jadi, para Ente yang mau follow akun twitter-ku, terhitung mulai tanggal 6 Februari 2013 pukul 00.00 WIB, follow deh akun @ImmaKhadija. Nama akun ini masih berlaku sampai waktu yang tidak ditentukan. Itu tergantung mood dan selera yang punya.

Terus gimana dong nama Riandra itu?

Udah deh, tenang aja. Suatu hari kalau Farhat Abbbas jadi presiden, aku bakal ngadu ke dia.

Tapi buat para Ente yang penasaran sama nama Riandra. Boleh nih aku share apakah arti nama itu. Kale aja penting buat namain anaknya. Biar anaknya sekeren kam yang pakai nama itu. #Eaaaa......

Cuma syaratnya, Ente kudu ngerti bahasa Inggris ye. Setidaknya skor TOEFL 900-lah. Bwahahahahahahaha........


Your First Name of: Riandra
Why Names Matter. Watch:

Below is a brief analysis of the first name only. For an analysis of your full name and destiny, see our full free Name and Birth Date Report service for further details.

Your name of Riandra makes you easy-going and refined, but detracts from your physical vitality.

You desire all the finer things in life--lovely clothes, home, furniture, and environment.

However, procrastination is your worst enemy, and you find yourself lacking the ambition to make your dreams a reality.

People are inclined to take advantage of your sympathetic, tractable nature.

You naturally attract people with problems who seek your understanding and advice.

You can give good advice although it is unlikely that you would follow it yourself.

You would be most successful in situations where you can use your skills in diplomacy in handling people, but where you are not under pressure or required to carry responsibility and make decisions.

It is difficult for you to be individual and make your own decisions, for you lack self-confidence.

Your desire for sweet, rich foods could cause overweight, circulatory problems, or weakness in the kidneys.

Sumber: http://www.kabalarians.com/Female/riandra.htm
 Gambar 2: 
Akun twitter @ImmaRiandra beberapa detik sebelum diganti


 
Gambar 3:
Akun twitter-ku @ImmaKhadija
Follow yaaaa.....


 

 Gambar 4:
Akun twitter milik onlinesho-ku, Khadija Online Shop, @KhadijaOls
Silakan di-follow



#PostinganPentingBangetBuatGuweh